Tokoh Agama Menolak Keras Keberadaan HTI di Purwakarta

oleh -218 Dilihat

PURWAKARTA-Garisjabar.com

Purwakarta di penuhi oleh ribuan santri dan masyarakat, mereka berkumpul di halam Masjid Agung Baing Yusuf, kebangaan masyarakat Purwakarta. Maksud dari berkumpulnya santri dan masyarakat tersebut mendesak MUI dan Muspida kabupaten Purwakarta serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menolak adanya atribut dan simbol-simbol HTI.

Dalam acara tersebut para santri membentangkan dan mengibarkan bendera merah putih  sebagai simbul cinta terhadap NKRI dan menolak keras bendera yang bekalimatkan tauhid sebagai simbol HTI tersebut. 

Dalam aksi damai tersebut dihadiri oleh banyak tokoh pemuka agama yaitu ketua PCNU Purwakarta KH. Bahir Mukhlis, Penasehat MUI Purwakarta Abun Bunyamin, serta Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten Purwakarta. Tidak luput dari hal tersebut, Polres dan Kodim 0619 Purwakarta juga menghadiri acara tersebut.

Ketua GP Ansor Purwakarta H. Muhamad Mahmud mengatakan “kami tidak takut cacian kalian (HTI) dan kami tidak takut di bully karena kami sudah biasa dengan Bullyan kalian, tapi jika kalian ingin merubah NKRI maka kami akan melawan sebagai garda terdepan menjaga NKRI,” ujar Ketua GP Ansor Purwakarta Mahmud.

KH. Anwar Nasihin Katib Suriah PCNU Purwakarta mengatakan dalam orasinya bahwa” tidak ada faham yang lain selain pancasila, GP Ansor membuktikan bahwa Bhinika Thungal Ika Pancasila dan NKRI hari mati sebagai komitmen kita, kita harus sterilkan Purwakarta dari simbul-simbul HTI di Purwakarta. Kami tidak anti tauhid tapi kita cinta tauhid dengan ditanamkan di dalam hati,” kata dia. Rabu (31/7/2019).

Keluarga Besar NU tidak ingin adanya simbol-simbol HTI, dan kami mengajak semua jajaran pemerintah, bupati, dandim, Kapolres untuk bersama-sama menolak HTI di Purwakarta. 

Dalam aksi tersebut juga telah di deklarasikan bersama tolak HTI dan segala bentuk atributnya di Purwakarta bersama unsur pimpinan ulama Purwakarta, pemerintah daerah, dan Kodim serta Kapolres Purwakarta.

Kami atas nama MUI dan seluruh element masyarakat purwakarta dengan ini mendeklarasikan.

Satu NKRI merupakan komitmen dan kesepakatan yang sudah final dengan Pancasila sebagai ideologi yang senantiasa kami bela sampai titik darah penghabisan.

Seluruh gerakan dan atribut yang merongrong NKRI dengan propaganda atas dalih apapun harus di hapuskan dari NKRI.

Kondusifitas Indonesia khususnya Purwakarta menjadi komitmen bersama sebagai satu bangsa untuk dijaga dan dipertahankan bersama-sama.

Menolak dengan tegas keberadaan HTI dan seluruh gerakan serta atributnya di Purwakarta.

Meminta pemerintah dan penegak hukum untuk menindak secara tegas terhadap praktek-praktek aktivitas dan simbol-simbol HTI di Purwakarta.

Kami siap menjadi garda terdepan dalam menumpas bahaya laten HTI jika aparat tidak bertindak.

Menghimbau kepada seluruh warga Purwakarta agar waspada apabila melihat dan mendengar segala bentuk perbuatan yang bertentangan dengan Pancasila.

Dalam penyampaiannya Bupati Purwakarta Ambu Ratna Mustika mengungkapkan bahwa “Menjaga kondusifitas adalah hal yang berat maka menjaga kondusifitas adalah hal yang paling utama, Purwakarta hari ini sudah kondusif, segala sesuatu yang ingin merusak kondusifitas Purwakarta maka kita harus perangi,” kata Anne.

Pendatanggan bersama komitmen penolakan HTI itu ditanda tangani oleh semua ulama Purwakarta yang hadir di sana dan Bupati Purwakarta serta Kapolres dan Dandim 0619 Purwakarta.(Rsd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *