Puluhan Atlet Sepatu Roda Antusias Mengikuti Latihan Fisik dan Teknik Ajang Kejuaraan

oleh -51 Dilihat

Garisjabar.com- Tengah masa libur sekolah, puluhan atlet sepatu roda dari Maung Roller Skate (MARS) tetap memacu diri, menyiapkan fisik dan teknik demi ajang berbagai kejuaraan di tahun 2026. Senin (5/1/2026).

Kegiatan tersebut yang bertempat di track sepatu roda Sport Center Purnawarman, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, sebagian atlet dari MARS ini akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi.

Di antara para atlet muda itu, adalah Chelsea Putri Gunawan (14), pelajar kelas 2 SMPN 3 Purwakarta, tampak fokus menjalani sesi latihan. Baginya, liburan bukan alasan untuk berhenti berproses.

“Memanfaatkan liburan sekolah kita berlatih untuk persiapan Popprov. Latihannya teknik sama kecepatan, interval juga. Dalam seminggu bisa lima kali,” ujar Chelsea, yang tergabung bersama enam atlet dalam kelompok speed.

Ada pula Alastair Tristan (11) yang terlihat lincah melaju. Siswa kelas 6 SD Labschool Purwakarta itu telah menekuni sepatu roda sejak usia sekitar 8-9 tahun. Hampir empat tahun lamanya, lintasan menjadi ruang belajarnya.

“Sekarang lagi persiapan Porprov. Latihan seminggu lima kali. Senang latihan sepatu roda. Saya akan turun di kelas speed jarak pendek,” kata Tristan, yang tahun ini bersiap melanjutkan pendidikan ke bangku SMP.

Di balik disiplin para atlet, ada peran pelatih yang terus mengasah kemampuan mereka. Albian Cahya (24), pelatih MARS, menjelaskan fokus latihan jelang Porprov 2026.

“Kami matangkan teknik agar atlet bisa mencapai top speed. Latihannya lebih ke teknik dan kecepatan,” ujar Albian.

Ia menyebutkan, sejumlah daerah yang akan menjadi pesaing berat Purwakarta, di antaranya Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, dan Sukabumi.

Namun, untuk ajang Porprov nanti, Purwakarta menurunkan sembilan atlet, diantaranya enam atlet di kelas speed nomor jarak pendek dan tiga atlet di nomor freestyle dan agresif.

Menurut Albian, Porprov sepatu roda tak membatasi usia minimal, sehingga atlet junior berpeluang bertemu senior dalam satu lintasan.

Sementara itu, Ketua Umum Pengcab Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Purwakarta, Herpan Sudadi, mengungkapkan bahwa Purwakarta membawa modal kepercayaan diri dari hasil babak kualifikasi.

“Kami sudah melaksanakan BK Porprov di Kota Bekasi tanggal 11-15 Desember. Alhamdulillah, atlet yang dikirim semuanya lolos dan bisa ikut Porprov 2026,” ungkap Herpan.

Menurutnya, masa liburan memang dimanfaatkan untuk latihan, meski sempat ada jeda singkat usai pembagian rapor. Sekarang hampir 80 persen sudah kembali latihan normal.

Minat sepatu roda di Purwakarta, kata Herpan, sebenarnya sangat besar. Porserosi telah bekerja sama dengan sejumlah sekolah, mulai dari TK hingga SMP. Namun, persoalan klasik masih membayangi, yakni keterbatasan sarana dan prasarana.

“Member awal kita pernah lebih dari 200 orang, tapi karena seleksi alam dan lapangan yang kurang standar, sekarang yang aktif sekitar 60-65 atlet,” katanya.

Namun, kondisi lintasan yang belum memenuhi standar nasional menjadi tantangan serius, terutama bagi atlet usia di atas 10 tahun. Padahal, prestasi MARS tak bisa dipandang sebelah mata.

“Di Kejurda Jawa Barat kami juara umum tiga, lalu di International Open dapat beberapa emas. Bahkan di Jakarta Open dan Perka Open, kami juara umum dua tingkat internasional, dengan peserta dari Iran, India, dan negara lain,” ujar Herpan.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah hadir dalam bentuk fasilitas latihan yang memadai.

“Kalau kita tidak punya trek standar, tiga tahun ke depan untuk anak di atas 10 tahun, prestasi bisa melandai. Padahal kemampuan anak-anak kita sangat bisa bersaing,” ucapnya. (Don)