Perusahaan Konstruksi Bisa Dipidana Terima Material Ilegal

oleh -80 views

PURWAKARTA, garisjabar.com– Perusahaan konstruksi yang menerima berbagai jenis material dari penambangan ilegal untuk pembangunan proyek, bisa dipidana sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Pengerukan galian C di lahan produktif di wilayah Kecamatan Maniis. Diduga pengerukan itu ilegal alias tanpa izin. Selain itu, pengerukan galian C ada dua titik terjadi pengerukan.

Namun, penjualan galian C di lahan produktif itu dijual pertruk ke proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Ditjen Gakum, Sustyo Iriyono mengatakan, menanggapi soal dugaan hasil penambangan Galian C ilegal di perbukitan. Selain itu, tindak saja ada aturannya jelas karena dia mengambil atau memasok dari sumber ilegal tersebut.

Menurutnya, jika ada indikasi suatu proyek pembangunan menggunakan material dari penambangan tidak berizin, maka kontraktornya bisa dipidana.

Salah satu warga setempat Pendi (53) yang selalu memperhatikan hasil penambangan ilegal ke awak media garisjabar.com mengatakan, adapun dugaan hasil penambangan Galian C ilegal yang dilakukan dibukit-bukit atau dipinggir danau waduk Cirata, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta. Namun itu, dipasok ke perusahaan konstruksi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Hasil penambangan ilegal berupa tanah ke proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),”kata Pendi. Senin (17/1/2022).

Selain itu, perusahaan konstruksi berskala besar apalagi yang mengerjakan proyek pemerintah seharusnya mengecek sumber pasokan bahan baku apakah berizin atau ilegal.

“Jangan sampai proyek pemerintah dipasok bahan baku dari tambang ilegal,”ucapnya. (Rsd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *