SMP Negri 4 Bogor Temukan Sistem Pengendalian Banjir

oleh -193 Dilihat

BOGOR-Garisjabar.com

Muhammad Fahri Sugandhi, siswa SMP Negeri 4 Leuwiliang Kabupaten Bogor menemukan alat Sistem Pengendalian Banjir (Sisdaljir) pada Gelar Inovasi Daerah 2019 di Aula Tegar Beriman, Cibinong, Bogor pada Jumat (20/9/2019).

Teknologi yang terhubung dengan gawai ini berfungsi memberikan pemberitahuan ketika banjir mulai melanda suatu lokasi. Alat ini akan menjadi semacam early warning system. Misalkan ada air ketinggian berapa akan ada notifikasi.

Namun berkat inovasinya itu, Fahri mendapat penilaian tertinggi dari dewan juri dengan skor 62,88 dalam kategori Pelajar SMP.

Menurut Bupati Bogor, Ade Yasin saat hadir dalam acara tersebut cukup kagum alat semacam ini ditemukan olesh siswa setingkat SMP. “Menarik ada sistem pengendalian banjir, inovasinya dari anak SMP,” ujarnya.

Secara teknis, teknologi ini memberikan peringatan dini akan adanya bencana banjir. Peringatannya beragam, mulai dari potensi rendah, menengah, terparah.

Lanjut Ade, tidak menutup kemungkinan sistem yang ditemukan oleh bocah SMP itu diadopsi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebagai salah satu upaya penanganan bencana banjir. Tapi, ia akan terlebih dahulu melalukan penelitian lanjutan jika ingin menerapkannya.

“Mungkin kalaupun bisa skala besar, akan ada penelitian lanjutan dan tugas Bappeda yang melakukan penelitian lanjutan,” kata dia.

Ade Yasin berjanji akan mendaftarkan temuan-temuan dan teknologi yang lahir dalam kegiatan Gelar Inovasi Daerah 2019 ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (DJHKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kita daftarkan temuan mereka, sehingga idenya tidak dicuri. Diharapkan mampu menggerakkan semangat mereka untuk membantu Pemkab Bogor, mudah mudahan ada yang maju ke tingkat nasional,” ujar Ade.


Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah(BPEDA) Kabupaten Bogor, Sarifah Sofiah sebagai pelaksanaan kegiatan, mengapresiasi atas ide-ide yang lahir dari peserta.

Ifah menyebutkan bahwa bencana di Bogor tidak didominasi oleh banjir, melainkan tanah longsor. Jadi jika akan diterapkan di Kabupaten Bogor teknologinya perlu di kembangkan lagi.

“Bajir di Kabupaten Bogor tidak terlalu karna kita berada di hulu.Bencana kita lebih banyak longsor,” ucap Ipah. (Rht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *