Garisjabar.com- SDN 2 Cipaisan terus menunjukkan komitmennya untuk mengimplementasikan program Tatanen di Bale Atikan (TdBA) yang merupakan bagian dari pendidikan karakter.
Salah satu langkah nyatanya adalah dengan melakukan perubahan lanskap di area depan ruangan kelas yang dulunya kurang produktif menjadi ruang hijau yang bermanfaat berupa taman dan kebun mini.
Sementara, hadirnya taman dan kebun membuat sekolah yang menempati bangunan heritage ini semakin memiliki daya tarik tersendiri. Sekolah ini berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang asri, sejuk, dan repesentatif sebagai wajah depan sekolahnya.
Kepala SDN 2 Cipaisan, Komariah, menyampaikan, penataan taman dan kebun dilakukan melalui tahapan yang terukur, dimulai dari memetakan kondisi tanah, intensitas cahaya matahari dan ketersediaan air di depan area kelas.
“Selanjutnya, merancang tata letak yang memadukan unsur estetik melalui taman hias dengan unsur produktif melalui kebun sayur dan buah,” ujarnya kepada wartawan.
Tahap terakhir, sambungnya, yakni pelaksanaan yang melibatkan seluruh warga sekolah dalam pembersihan lahan, pengolahan tanah menggunakan pupuk organik, hingga penanaman bibit sesuai dengan zonasi yang telah ditentukan.
Komariah juga mengatakan bahwa keterlibatan orang tua sangat membantu dalam perubahan taman dan kebun sekolah. Orang tua berperan sebagai mitra dalam penyediaan bibit, pupuk organik dari rumah, bahkan bantuan tenaga saat kegiatan gotong royong.
“Peran orang tua semakin memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak peduli lingkungan,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh peserta didik dilibatkan melalui jadwal piket perawatan dan pengamatan tumbuhan tanaman. Pelibatan peserta didik ini adalah bentuk nyata dari pembelajaran karakter seperti tanggung jawab dan kerja keras.
Komariah berharap hadirnya taman dan kebun tidak hanya indah secara visual tapi juga memberikan hasil panen yang bermanfaat bagi warga sekolah.
“Nilai-nilai TdBA harus menjadi nafas dan gaya hidup bukan sekadar implementasi sesaat. Semoga ke depannya sekolah kami bisa menjadi Sekolah Hijau yang dapat dicontoh sekolah lain dalam hal pemanfaatan lahan sempit menjadi area edukasi dan produksi yang estetis,” ucap Komariah. (Rsd)

