Polisi Tak Mau Terima Laporan Perampasan Motor Oleh Debt Collector, Ada Apa?

oleh -153 views

PURWAKARTA, garisjabar.com- Pihak Kepolisian tidak melayani pelaporan perampasan motor oleh dept collektor, sampai pihak consumen menggelengkan kepala atas tidak terima laporannya.

“Saya harus lapor kemana selain ke pihak polisi kan itu penegak hukum.” Kata Ifan.

Sementara pasca kendaraan roda duanya ditarik di tengah jalan oleh debt collector FIF Cabang Cikampek, IM (25) melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polres Purwakarta, Kamis (14/10/2021).

Namun, pihak Kepolisan tidak menerima laporan tersebut dengan alasan IM tidak memegang bukti kepemilikan sepeda motor tersebut.

Pihak polres menyarankan agar pelapor meminta keterangan bukti kepemilikan kendaraan kepada pihak perusahaan pembiayaan tersebut.

IM mengatakan, dokumen bukti pemilik kendaraan bermotor (BPKP) belum diterimanya karena motor tersebut masih dalam proses kredit. “Saya diminta bukti kepemilikan, kalo BPKB kan saya belum terima karena masih proses kredit,” ujar IM saat dikonfirmasi usai membuat aduan di Mapolres Purwakarta.

Ia mengatakan, pengaduan tersebut ia lakukan karena tak terima motor tersebut dirampas di jalan, ia mengatakan bahwa dirinya sudah bersepakat akan menyelesaikan pembayaran sepeda motor tersebut diakhir bulan.

“Substansi yang saya laporkan, saya tak terima karena motor diambil dijalan, itu saja sudah jelas menyalahi aturan. Karena pihak penarik dan perusahaan pembiayaan harus menarik kendaraan itu dirumah yang bersangkutan dengan bukti beberapa dokumen penarikan,” kata dia.

Sebelumnya diketahui, DC yang menarik motor yang dikendarai IM di wilayah Sadang Kabupaten Purwakarta pada Rabu (13/10/2021) tidak memberikan sejumlah dokumen yang menjadi syarat penarikan unit kendaraan.

“Logikanya begini, mana mungkin FIF mau mengeluarkan bukti kepemilikan atau keterangan bukti kepemilikan untuk syarat pelaporan, kan tidak mungkin,”ungkapnya.

Sehingga dengan tidak diterimanya laporan tersebut, IM menyayangkan sikap pihak penegak hukum yang tidak bisa menerima aduan tersebut.

“Mungkin selama ini, itu yang menjadi alasan masih banyaknua debt collector yang berani merampas kendaraan di jalan, karena saya sebagai korban tidak diuntungkan jika syarat pelaporan harus begitu,” ucapnya. (Rsd)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *