PURWAKARTA, garisjabar.com- Utang dan tagihan terus menumpuk terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gapura Tirta Rahayu Kabupaten Purwakarta. Minggu (28/2/2022).
Mantan Direktur Keuangan PDAM Kusman mengatakan, utang bertambah karena penambahan biaya operasional tidak sebanding dengan penambahan pendapatan.”Kenapa penambahan utang harus menjadi beban dan tanggung jawab saya apakah itu adil,”kata Kusman.
Tagihan terus menumpuk.
Sementara penyebab terjadinya tagihan menumpuk atau piutang di langganan tidak tertagih akhirnya terus membengkak. Selain itu, berapa tahun kebelakang sebelum adanya SPAM baru terjadi musim kemarau yang cukup panjang dan banyak pelanggan yang tidak teraliri atau tidak kebagian air.
“Akibat pembayaran tiap bulannya terhambat karena mereka apa yang harus mereka bayar sedangkan airnya tidak ada.”Ujarnya.
Menurutnya, kita ketahui bersama selama dua tahun terakhir seluruh dunia dilanda musibah Pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang di PHK atau pedagang tidak maksimal mendapat kan keuntungan bahkan lebih dari itu.
Hal ini, banyak mempengaruhi pada kemampuan bayar dalam segala hal termasuk membayar tagihan PDAM sehinggga tagihan pun menumpuk.
“Piutang tak tertagih kalau dilihat dari umur piutang banyak seperti yang diatas 5 bulan itu cukup dimaklumi dengan 2 alasan tersebut diatas,”ungkap Kusman.
Untuk Tupoksi Direktur Keuangan mengawasi tagihan dibawah 4 bulan, sedangkan yang diatas 4 bulan seharusnya sudah di segel sehingga yang 6 bulan harus di bongkar.
Sementara untuk Tupoksi Direktur Teknik, tepatnya ada pada bagian transmisi distribusi dan disana ada petugas penyegelan dan pembongkaran.
“Kenapa hal itu tidak dilaksanakan?,”kata Kusman.
Kata Kusman, terjadinya penumpukan tagihan karena point 1 dan 2 sehingga penumpukan tidak akan terjadi apabila petugas terkait melaksanakan tupoksinya dengan benar.
“Apakah layak terjadinya penumpukan tagihan dibebankan kepada Direktur Keuangan?,”ucap Kusman.
Menurut mantan Direktur Keuangan PDAM Kusman mengatakan, hanya ini yang bisa saya sampaikan dengan harapan semua persoalan jelas dan gamblang tanpa ada unsur untuk menyudutkan salah satu pejabat atau individu. (Rsd)

