Perwira Siswa TNI Angkatan Darat Jalani Pelatihan Terpadu

oleh -16 Dilihat

Garisjabar.com- Perwira Siswa (Pasis) TNI Angkatan Darat dan Anggota Kepolisian, menjalani pelatihan terpadu di kawasan Gunung Anaga, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Kamis (16/4/2026).

Latihan terpadu tersebut tak hanya mengasah kemampuan militer, tetapi juga mengintegrasikan pembinaan teritorial melalui program agroforestri serta simulasi menghadapi media.

Para Pasis menjalani simulasi konfrensi pers. Mereka mengenakan seragam lapangan lengkap sesuai institusinya, sebagian ada yang berperan sebagai Dandim, kemudian menjadi bupati dan tokoh masyarakat untuk menjalani simulasi.

Sementara itu, sesi simulasi konferensi pers pun berlangsung di area terbuka dengan latar hamparan lahan hijau yang sebelumnya merupakan lahan tidur.

Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad), Mayjen Agustinus Purboyo menegaskan pentingnya profesionalisme prajurit yang harus dibangun secara menyeluruh, baik dari aspek fisik, intelektual, maupun karakter.

Menurutnya, peningkatan keterampilan militer terus dilakukan, termasuk pengelolaan agroforestri untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Itu menjadi bukti bahwa kemampuan prajurit terus diasah dan ditingkatkan,” kata Purboyo kepada wartawan di lokasi, Kamis (16/4/2026).

Ia juga menekankan bahwa ketahanan nasional tidak bisa dilepaskan dari ketahanan pangan. Program agroforestri yang dijalankan di lokasi latihan dinilai menjadi bagian dari fondasi tersebut.

“Kalau kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, gizi baik, kesehatan terjaga, maka akan terbentuk ketahanan nasional yang kuat. Ini sejalan dengan konsep kebutuhan dasar manusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya keseimbangan kemampuan prajurit, mulai dari integritas dan budi pekerti, kecerdasan intelektual, hingga ketangguhan fisik atau psikomotorik.

“Kalau semuanya seimbang, prajurit akan mampu menjalankan dua tugas utama, sebagai petarung sekaligus pembina teritorial,” katanya.

Latihan terpadu ini, kata dia, menjadi bagian dari upaya TNI AD mencetak perwira yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Ia mengatakan, tidak hanya kuat di medan operasi, tetapi juga piawai dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta mendukung program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan berbasis agroforestri.

Sementara, dari sisi pengelolaan lahan, Komisaris PT Buntara Kreasindo, Arinna Farm, Zakiah Nahdi, mengungkapkan bahwa keberhasilan pengembangan agroforestri di lahan seluas ratusan hektare ini tidak lepas dari sinergi dengan TNI.

Ia menjelaskan, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini telah ditanami lebih dari 13.000 pohon buah. Setiap klaster seluas lima hektare dikelola oleh sekitar 14 tenaga kerja lokal.

“Alhamdulillah masyarakat menyambut baik. Tidak ada resistensi karena semua dilakukan dengan pendekatan yang baik, didampingi Babinsa dan unsur TNI lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, program ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja, baik tetap maupun harian.

Di sisi lain, pelatihan juga difokuskan pada kemampuan komunikasi publik. Salah satu Pasis, Denny Sopyan, menyebut kegiatan simulasi konferensi pers dan doorstop menjadi pengalaman penting bagi para perwira.

“Kami dilatih bagaimana menyampaikan informasi dengan baik kepada media, menghadapi pertanyaan positif maupun negatif, serta menjaga etika dan bahasa agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” ucap Deny yang juga menjadi Paspampres pengawal Presiden Prabowo Subianto itu.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi krusial di era keterbukaan informasi saat ini, di mana setiap pernyataan prajurit dapat memengaruhi persepsi publik terhadap institusi TNI. (Rsd)