Ngosrek di Parang Gombong, Kolaborasi Muspika Mahasiswa dan Pelajar Untuk Menjaga Kelestarian Alam

oleh -49 Dilihat

Garisjabar.com- Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan wisata terus dilakukan di Kabupaten Purwakarta. Salah satunya melalui kegiatan Ngosrek (ngored, bersih-bersih, berseka) di kawasan Parang Gombong, Kecamatan Sukasari, yang dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026) pagi pukul 07.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, di antaranya Camat Sukasari, pengelola Parang Gombong, Ketua Pokdarwis, Brimob Parang Gombong, Kepala UPTD Puskesmas Sukasari, Karang Taruna Kecamatan Sukasari, serta Kepala Desa Kutamanah.

Selain itu, kegiatan ngosrek juga melibatkan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAI Dr. KH. EZ Muttaqien Purwakarta dari Desa Ciririp dan Desa Kertamanah, juga para pelajar dari SMPN 1 Sukasari, SMPN Satap 2 Parung Banteng, SMPN Satap 1 Kutamanah, dan SDN 1 Kutamanah, serta masyarakat Kecamatan Sukasari.

Ketua Pokdarwis Kabupaten Purwakarta, Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ngosrek ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor antara Muspika Kecamatan Sukasari, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat.

Kegiatan difokuskan di wilayah Kiara Bandung, Parang Gombong sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan wisata alam yang tengah berkembang.
“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan ngosrek bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya kawasan Parang Gombong, agar tetap bersih, nyaman, dan lestari,” kata Arifin.

Senada dengan hal tersebut, Camat Sukasari, Nono Juhana, berharap kegiatan ngosrek ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi budaya bersama di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tanggung jawab pengelolaan sampah.

“Parang Gombong ini merupakan destinasi wisata yang viral di Kabupaten Purwakarta sekaligus anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, melindungi, dan merawatnya, salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya,” ujar Nono.

Sementara, meski sempat diguyur hujan selama kegiatan berlangsung, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan sinergi seluruh peserta dalam melaksanakan ngosrek bersama. Namun, seluruh elemen yang terlibat tetap antusias membersihkan area wisata demi menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata alam Parang Gombong yang bersih, aman, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional. (Don)