Garisjabar.com- Akibat cuaca ekstrem menyebabkan kematian ikan mati mendadak di keramba jaring apung (KJA) Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Kematian masal ikan di beberapa blok waduk ini diduga dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi pada masa peralihan musim kemarau ke musim hujan.
Sementara, mayoritas jenis ikan yang mati adalah ikan mas dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Fenomena cuaca ekstrem memicu penurunan massa air dan upwelling. Akibat hujan terus menerus beberapa hari yang lalu, Sehingga suhu air di dalam waduk Jatiluhur menguap mengakibatkan ribuan ikan mati.
Salah satu petani ikan keramba jaring apung, Roni (42), mengatakan kematian massal mulai terasa beberapa hari terakhir,” Tetapi kalau di keramba kami baru hari ini matinya,” kata Roni. Jumat (23/1/2026).
Roni pun terpaksa belum siap panen untuk mengurangi kerugian. Meski banyaknya yang mati, ia pun mengambil ikan-ikan yang mati agar tidak menular ke yang lainnya.
Menurut Roni, fenomena kematian massal ikan sering terjadi saat peralihan musim dari kemarau ke hujan di setiap tahunnya.
“Untuk kerugian mencapai ratusan juta rupiah, karena masih sebagian yang matinya,” ucap Roni.
Meski sudah menjadi fenomena tahunan, perubahan cuaca yang tak dapat diprediksi dalam beberapa tahun terakhir membuat para petani ikan sulit menentukan waktu yang tepat untuk tebar benih, sehingga kematian ikan kerap terjadi sebelum musim berakhir.
Aan warga sekitar, mengaku diberi ikan oleh petani ikan untuk dimanfaatkan akan dibuat ikan asin.” Saya diberi ikan mas 8 Kilogram sama petani ikan untuk dibuatkan asin,” ujarnya. (Rsd)

