Cerita Pedagang di Purwakarta Saat Diguyur Hujan Terus Menerus, Kini Sepi

oleh -50 Dilihat

Garisjabar.com- Sejak pukul 3.00 WIB akibat hujan terus menerus pedagang kupat tahu dan mie ayam di sekitar Jalan Kemuning, kini sepi.

Pada pagi hari ditengah hujan pedangan nekat mendorong gerobaknya untuk berjualan.

Pedagang kupat tahun Pendi (55) yang biasa mangkal di sekitar Jalan Kemuning itu, biasanya tiba sejak pagi hari Pukul 4.00 WIB sampai siang hari.

Ia berharap hujan pun cepat mereda agar pelanggannya segera tiba.

Bukan karena petugas Satpol PP yang menjadikan dagangan sepi, melainkan hujan yang terus mengguyur wilayah Purwakarta.

” Iya sejak pukul 3.00 WIB hujan tidak berhenti, ini baru berhenti pukul 2.00 WIB,” kata Pendi dengan raut wajahnya sedih. Senin (12/1/2026).

Pendi pun bergegas untuk pulang dengan mendorong gerobaknya, karena sepi bahkan pelanggannya tak pernah kunjung.

Hal senada juga diungkapkan Sarpan (67), penjual mie ayam pun sepi pembeli di saat musim hujan datang. Gerobak yang biasa terisi penuh mie dan bakso, kini sudah tidak banyak dibawa.

“Apalagi kalau hujan seperti ini. Ya pasrah saja. Ada pembeli tapi satu dua,” ujar Sarpan.

Pada saat musim kemarau, dia bisa menghabiskan 3 kilo dalam sehari.” Sekarang bawa sedikit apalagi ditambah hujan terus menerus,” ucapnya.

Sarpan pedagang mie ayam biasanya berjualan pukul 8.00 pagi hari, pukul 17.00 WIB.” Ya kami menunggu mudah-mudahan masih ada yang beli,” katanya. (Rsd)