Bantuan dari Kementerian PLTS Purwakarta Belum Berfungsi, Dengan Biaya Capai Miliaran Rupiah

oleh -40 Dilihat

Garisjabar.com- Tiga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang direhabilitasi bulan Maret 2025 dengan biaya Rp 980 juta, sangat disayangkan belum berfungsi maksimal.

Anggaran bantuan dari kementerian kesehatan sebesar Rp 980 juta ini diduga dijadikan pajangan tanpa ada fungsi, seperti yang berada di Puskesmas Jatiluhur.

Sementara, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tersebut ada 20 titik yang direhabilitasi di Kabupaten Purwakarta.

Namun, dari awal dibangun sampai sekarang PLTS tidak berfungsi, apalagi ditambah adanya pembangunan Puskesmas Darangdan yang baru dibangun.

Sementara, untuk PLTS Sukatani terkendala terkait saklar PLTS saat listrik mati. Padahal tujuan dibangunnya PLTS tersebut untuk membantu Puskesmas pada saat mati listrik.

Dengan adanya kerusakan PLTS dibeberapa Puskesmas semuanya jadi sia-sia dan pemborosan uang rakyat. Ketika dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026) Sekretaris Dinas Kesehatan, Yandi Nurhadian oleh awak media, menyebutkan PLTS di tiga Puskesmas bukan tidak berfungsi, melain ada kerusakan yang harus di perbaiki.

“Kami akan segera memperbaiki, tiga PLTS bisa berfungsi,” ujar Yandi.

Ketika disinggung mengenai Kapus Jatiluhur Yayan yang menolak menandatangani berita acara (BA) karena PLTS tersebut rusak, sehingga Sekretaris Dinas Kesehatan pun membantah.

“Berita acara sudah ditandatangani Kapus Jatiluhur. Masalah di PLTS Jatiluhur karena kWh listriknya terlalu tinggi dan kami akan memperbaikinya agar PLTS bisa dipergunakan,” ucapnya. (Rsd)