PURWAKARTA, garisjabar.com- Warga Rt5/6 Desa Warung Jeruk, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, keluhkan soal bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp 500.000. Namun, warga penerima bantuan itu diduga diberikan oleh Rt senilai Rp 250.000.
Namun, bantuan ini diberikan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi covid-19. Sehingga, keluarga penerima manfaat (KPM) program ini merupakan KPM program BPNT non PKH.
Hal itu, dana ditransfer pada Kartu KKS (kartu keluarga sejahtera) dan dapat ditarik tunai di ATM bank – bank Himbara dan tidak dikenakan biaya administrasi. Dananya dapat dimanfaatkan untuk menambah pembelian sembako atau untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
Menurut, warga setempat inisial ES (36) mengatakan, bantuan itu dari pemerintah melalui Kementerian Sosial seharusnya senilai Rp 500.000.” kenapa ini Rp 250.000. Ini tidak sesuai,” ujar ES warga setempat. Kamis (3/9/2020).
Sambung ES (36) menjelaskan, bantuan tersebut yang diterima sebagai penerima manfaat senilai Rp 500.000. Namun saja oleh Rt diberikan senilai Rp 250.000. dengan alasan untuk pemerataan yang tidak ada saldonya.
“Iya melaui transfer, diberikan oleh Rt hanya Rp 250.000. dengan alasan untuk pemerataan yang tidak ada saldonya,” kata dia.
Ia menyebutkan, banyak tetangganya yang bertanya kepadanya mengapa ATM dan pin dipegang oleh Perangkat Desa. “Kalau ATM sama kartu pin dipegang perangkat desa, bisa disalahgunakan tanpa sepengetahuan warga,” ujar dia dengan tetangga lainya.
Yayah sebagai Rt 5/Rw 6 Desa Warung Jeruk mengakui, yang mendapatkan bantuan tersebut semuanya ada 24 orang dan itu sudah dibagikan kepada yang berhak senilai 250.000. Namun, di Rw sini banyak yang tidak ada saldonya jadi yang mendapatkan bantuan 500.000. di bagi dua menjadi 250.000.
“Iya 250.000. ribu rupiah, soalnya banyak yang tidak keluar saldonya. Jadi di sini disama ratakan,” ujar Yayah Rt 5, saat dihubungi melalui seluler.
Menurutnya, Kalau tidak seperti itu nanti warga yang tidak dapat bantuan merasa iri dan pasti marah – marah ke saya, jadi supaya kebagian semua saya bagikan masing-masing 250.000.” ucap Yayah. (Rsd)

