Rencana Pemindahan Ibu Kota Jabar Masih Pro Kontra

oleh -147 Dilihat

BANDUNG- Garisjabar.com

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil soal rencana pemindahan Ibu Kota Jabar masih menuai pro kontra. Bahkan munculnya tiga nama calon lokasi Ibu Kota baru yang disampaikan gubernur mengundang reaksi dari DPRD Jabar.Jumat (30/8/2019).

DPRD Jabar menilai sikap gubernur Ridwan kamil hanya sepihak. Terlebih setelah Ridwan menyebut tiga wilayah yaitu Tegalluar Kabupaten Bandung, Walini Kabupaten Bandung Barat dan kawasan Rebana (Cirebon, Patimban, Majalengka) yang dipersiapkan menjadi pengganti Ibu Kota Jabar.

“Seharusnya Pak Gubernur Ridwan Kamil tidak asal klaim dan memberikan pernyataan secara sepihak terkait dengan wacana pemindahan ibu kota Provinsi Jawa Barat,” ujar Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar, Asep Wahyu Wijaya.

Menurutnya, Asep, DPRD Jabar melalui Panitia Khusus (Pansus) 7 telah membahas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) rencana pemindahan Ibu Kota dengan usulan Tegalluar sebagai daerah pengganti. Namun daerah itu dinilai tidak layak karena memiliki potensi rawan bencana tinggi.

“Pada waktu pimpinan dan anggota Pansus 7 yang membahas Raperda RT/RW ini melakukan konsultasi ke BNPB, ternyata diketahui Tegalluar itu memiliki potensi bencana dengan kelas bahaya yang tinggi, khususnya banjir dan gempa bumi,” kata Asep.

Asep pun memastikan, selain Tegalluar, tidak ada nama lain sebagai calon pengganti Ibu Kota Jabar. Pun dengan Walini dan Rebana seperti yang disampaikan gubernur.

“Tidak ada Walini atau bahkan Rebana. Pihak eksekutif saat itu mengusulkan Tegalluar, Kabupaten Bandung sebagai tempat pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang baru. Jadi, pada saat itu teman-teman anggota Pansus pun langsung mencoretnya,” ujar dia.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar, Ali Hasan, juga sependapat. Politisi Partai Golkar itu menegaskan, komisi IV dipastikan menolak usulan pemindahan tersebut.

“Sebagai ketua Komisi IV, saya belum pernah diajak bicara soal pemindahan Ibu Kota Provinsi. Itu baru wacana, tapi langsung saya sikapi saya kurang sepakat memindahkan,” ucapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Ibu Kota Jabar direncanakan akan dipindahkan dari Kota Bandung. Pemindahan dilakukan karena Kota Bandung menurut gubernur dinilai sudah tidak lagi efisien melayani pusat pemerintahan. Gubernur Jabar meyebut rencana itu sedang dalam proses kajian setelah diresmikan dalam rapat Paripurna DPRD Jabar. (Frn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *