31 Perlintasan Kereta di Purwakarta “Bom Waktu” Pemkab Didesak Bertindak Sebelum Ada Korban

oleh -17 Dilihat

Garisjabar.com- Pengamat Kebijakan Publik Agus Yasin, mendesak Pemerintah Kabupaten Purwakarta segera mengambil langkah konkret terkait 31 perlintasan sebidang jalur kereta api yang tersebar di wilayahnya.

Menurut Agus Yasin, kondisi tersebut bukan sekadar data teknis, melainkan “bom waktu” keselamatan publik yang dibiarkan terbuka.

“Saat instruksi Presiden sudah tegas untuk menghapus perlintasan sebidang melalui pembangunan flyover dan underpass, langkah konkret dari Pemkab Purwakarta justru belum terlihat jelas, terukur, dan transparan,” kata Agus Yasin, Senin (4/5/2026).

Agus Yasin mempertanyakan keseriusan Pemkab Purwakarta dalam melindungi warganya. “Pertanyaannya sederhana, Pemkab Purwakarta sedang bekerja, atau sekadar menunggu korban berikutnya?” ujarnya.

Ia mengingatkan, sejumlah daerah lain telah mengalami tragedi di perlintasan sebidang. Dengan 31 titik rawan, Purwakarta berada dalam posisi sangat berbahaya jika tidak ada intervensi cepat.

Data Tak Transparan, Diduga Tak Punya Roadmap

Namun, hingga hari ini, publik tidak mendapat kejelasan berapa perlintasan yang sudah ditutup, berapa yang dijaga sesuai standar, dan juga berapa yang masuk perencanaan pembangunan tidak sebidang.

“Jika jawaban ini tidak tersedia secara terbuka, maka patut diduga Pemkab Purwakarta tidak memiliki roadmap keselamatan yang serius. Ini bukan lagi keterlambatan, tetapi pembangkangan terhadap arah kebijakan nasional,” kata Agus.

Sementara itu, kondisi di lapangan memperparah kekhawatiran. Sebagian perlintasan masih dijaga secara informal, tanpa palang pintu otomatis dan tanpa pengawasan 24 jam. “Ini bukan standar keselamatan. Ini adalah kompromi terhadap nyawa manusia,” ujarnya.

Agus menolak alasan klasik keterbatasan anggaran dijadikan tameng. “Ketika kecelakaan terjadi, yang dipertaruhkan bukan citra kepala daerah, melainkan nyawa warga Purwakarta,” ungkapnya.

“Keselamatan bukan pilihan, melainkan kewajiban. Jika hari ini tidak ada langkah nyata, maka setiap kecelakaan di perlintasan sebidang ke depan bukan lagi musibah, melainkan buah dari kelalaian yang dibiarkan,” ucap Agus Yasin. (Rsd)