Pondok Pesantren Al-Muhajirin Jadi Mercusuar Spiritual

oleh -23 Dilihat

Garisjabar.com- Menteri Agama RI Prof. Dr.Nasaruddin Umar mengatakan bahwa Pondok Pesantren Al-Muhajirin diharapkan menjadi Mercusuar Spiritual, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Purwakarta.

Namun, harapan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar usai menandatangani prasasti pembangunan gedung dalam rangka Milad dan Haul Ke-33 yang berlokasi di Ponpes Al-Muhajirin 3, Citapen, Sukatani, Purwakarta, pada Kamis (5/2/2026).

“Kehadiran saya di sini juga untuk bersilaturahmi dengan guru sekaligus sahabat lama saya, Pak Kiai Abun. Beliau berhasil memimpin Al-Muhajirin dengan luar biasa. Pesantren ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Nasaruddin Umar.

Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan santri Al-Muhajirin. Ia mengungkapkan rahasia di balik bacaan basmalah, sehingga setiap aktivitas yang diawali dengan basmalah dapat benar-benar mendapat berkah.

“Saat membaca basmalah, dengan penuh kesadaran, hadirkan Allah SWT sebagai pemilik nama, di dalam hati,” ucap Nasaruddin Umar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Ifa Faizah Rohmah, menyampaikan bahwa pondok pesantren adalah fondasi bagi pergerakan bangsa. Hal ini sudah dimulai sejak kemerdekaan Indonesia yang tidak lepas dari peran serta pesantren.

“Saat ini pergerakan pesantren bukan hanya pada aspek keagamaan saja, tapi juga sudah memasuki era digitalisasi. Kemudian juga teknologi, media sosial, media mainstream, banyak dari kalangan pesantren yang memberikan warna positif,” kata Ifa Faizah Rohmah.

Hal inilah yang menjadi amanah bagi Al-Muhajirin untuk betul-betul bisa membawa nilai-nilai positif, baik itu dalam berbagai aspek kontribusi kepada masyarakat maupun pemerintah bahkan negara.

“Alhamdulillah, di umur 33 tahun ini, selain mengutamakan aspek keagamaan, Al-Muhajirin juga punya banyak program pendidikan kader ulama. Ada juga pembelajaran kitab kuning yang menjadi ikon utama kami hingga menerapkan teknologi seperti penggunaan program e-learning,” ujarnya.

Ifa pun mengatakan, saat ini Al-Muhajirin juga mengelola dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk memenuhi kebutuhan semua kampus Al-Muhajirin.

“Artinya, Al-Muhajirin bisa memaksimalkan peran sertanya di masyarakat dalam hal penguatan ekonomi dan sosial,” ungkapnya. (Rsd)