Oknum Guru di Purwakarta yang Menyinggung Profesi Wartawan Sampai Saat ini Belum ada Pernyataan Maaf

oleh -1114 Dilihat

Garisjabar.com- Oknum guru sampai hari ini belum ada etikad baik dan meminta maaf untuk perilaku yang berada di bawah kendalinya oleh empat awak media di Kabupaten Purwakarta.

Sementara oknum guru tidak mampu meminta maaf walaupun sebenarnya ia tahu bahwa dia bersalah.

Menurut Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Dody Budiarsyah, atas aksi tak terpuji oknum guru di SDN 1 itu, harus diberi peringatan tertulis dan membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa kepada awak media.

“Kalau bisa oknum guru itu harus menyampaikan meminta maaf melalui publikasi di beberapa media,”kata Dody Budiarsyah. Jumat (17/5/2024).

Kepala SDN 1 Nagri Tengah, Abad Badrudin mengatakan bahwa insiden oknum guru terhadap wartawan yang terjadi kemarin salah paham.

Abad pun akui persoalan itu, bahwa dirinya dan termasuk oknum guru tersebut telah dipanggil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta untuk dimintai keterangan terkait insiden yang terjadi pada hari, Selasa (14/5/2024).

Abad mengatakan, bahwa Dinas Pendidikan menyarankan agar oknum guru atau pihak sekolah segera menyampaikan permohonan maaf kepada para wartawan tersebut.

Namun keempat awak media yang bekerja di media online, media cetak dan televisi mendapat perkataan kurang pantas dari salah satu oknum guru berinisial R yang mengajar di sekolah SDN 1 Neger Tengah.

Sementara para awak media ini datang berdasarkan undangan liputan dari kepala sekolah.

Menurut Kepala SDN 1 Nagri Tengah Abad Badrudin, dirinya menugaskan oknum guru untuk menjadi narasumber kegiatan yang akan diliput oleh empat wartawan tersebut.

“Jadi kemarin itu kaitan wawancaranya sudah beres. Mungkin kemaren itu ada Miss komunikasi atau kesalahpahaman, kalau status gurunya itu bukan PNS,”ungkap Abad, pada Kamis (165/2024). (Rsd)