Maryam Kehilangan Harta Benda Akibat Banjir di Pamanukan

oleh -3 Dilihat

Garisjabar.com- Tangis Maryam (42) pecah di tengah derasnya arus banjir yang masih menggenangi Dusun Kedung Gede, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sabtu (31/1/2026).

Seorang emak-emak itu hanya bisa memeluk sejumlah pakaian yang berhasil dia selamatkan, saat rumah dan seluruh harta bendanya terendam air.

“Semua ketinggalan di dalam (rumah) uang anak saya Rp10 juta juga hilang hanyut, padahal sudah dipegangin. Tadi pagi masih saya simpan, sekarang sudah tidak ada,” kata Maryam sambil manangis saat ditemui wartawan, Jumat (30/1/2026) siang.

Banjir yang melanda wilayah Pantura Kabupaten Subang terus meluas dan kini telah merendam delapan kecamatan. Di Desa Mulyasari, air bahkan telah menggenangi permukiman warga selama sepekan terakhir akibat luapan Sungai Kalensema dan Sungai Cigadung. Kondisi kian parah setelah Sungai Cipunagara meluap hingga tanggulnya jebol.

Air datang mendadak hingga deras. Maryam menyampaikan tak sempat menyelamatkan apa pun selain pakaian perlengkapan salat. Puluhan domba miliknya terjebak di kandang, sebagian tak terselamatkan.

“Dombanya ada 19, kemarin sudah dua mati. Kalau semuanya mati, saya engga punya apa-apa lagi,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah titik bantaran Sungai Cipunagara menunjukkan beberapa bagian tanggul jebol.

Dari alat ukur di jembatan Sungai Cipunagara, ketinggian air tercatat telah mencapai batas maksimal daya tampung sungai, yakni sekitar 740 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Debit air dari kawasan hulu yang tinggi membuat arus sungai semakin deras dan tak terbendung.

Ketua RW 9 Dusun Kedung Gede, Uci Sanusi, mengatakan jebolnya tanggul terjadi sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Struktur tanggul yang berada di atas gorong-gorong dinilai tidak mampu menahan tekanan air.

“Pondasinya engga kuat. Airnya terlalu deras. Begitu jebol, air langsung masuk ke pemukiman,” kata Uci.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut memang kerap terdampak banjir, namun ketinggian air kali ini jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di beberapa rumah warga, genangan air mencapai dua meter.

Jebolnya tanggul membuat warga panik. Banyak yang tidak sempat menyelamatkan barang berharga maupun ternak. Sejumlah domba terlihat masih terjebak di kandang yang hampir seluruhnya terendam air. (Rsd)