Kemenhub Usul Heliped di Jalan Tol

oleh -258 Dilihat
Heri Anwar

Garisjabar.com- Jalan Tol Layang Jakarta- Cikampek dalam waktu dekat akan segera beroperasi. Namun, untuk penanganan kecelakaan akan mengalami kendala karena hanya ada dua jalan masuk dan keluar di Tol Cikunir dan Tol Karawang Barat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya telah menyampaikan usulan kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk menyediakan helipad atau tempat mendaratnya helikopter di sekitar Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek.

“Makanya saya juga sampaikan, dulu pernah usul saya ke Jasa Marga, kalau bisa asosiasi tol buat satu helipad dan siapkan helikopter. Kalau ada kecelakaan, nanti heli itu yang evakuasi,” ujar Budi usai peresmian Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kamis (12/12/2019).

Namun Ia pun mengakui dari sisi evakuasi kecelakaan di Tol Layang Jakarta-Cikampek cukup merepotkan, meskipun ada delapan titik untuk putar arah. Namun, yang memiliki akses turun ke bawah hanya dua titik itu pun berupa tangga.

“Saya juga sampaikan kepada Kakorlantas Polri, mungkin nanti butuh satu skema untuk evakuasi kalau terjadi kecelakaan sambil berjalan, kita akan buat SOP bagaimana cara kita evakuasi kalo ada kecelakaan,” kata dia.

Budi menambahkan, pihaknya juga sedang mengkaji beberapa hal untuk penanganan kecelakaan. Salah satunya dengan skema contra flow atau lawan arah itu.

“Kalau contra flow kan mesti disiapkan traffic cone nya, itu di mana simpannya.  Yang disiagakan ya sistem, kalau terjadi kecelakaan apa yang harus dilakukan, pasti penanganan kepada korban dulu. Jalan cukup luas. Tapi minimal kita siapkan sarananya, kalau rusaknya fatal kan dereknya harus disiapkan dengan baik,” ujarnya.

Hal ini, Budi berharap kepada masyarakat yang akan menggunakan tol tersebut untuk tidak terlalu berlebihan saat mengendarai kendaraannya. “Harapan saya, masyarakat jangan euforia, karena yang ke Bandung bisa nikmati kelancaran lagi lewat sini, jadi jangan mengejar waktu terus dikebut. Karena kalo di atas 80 km/jam angin kan bebas nih, bahaya,” ucapnya. (Rht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *