Kemenhub Buka Peluang Penerbangan Kerjasama Belanda

oleh -183 Dilihat



Garisjabar.com- Kementerian Perhubungan membuka peluang kerjasama dengan Belanda terkait dengan bidang penerbangan sipil, salah satunya soal pengelolaan bandara tersebut.

Hal ini, penjajakan itu terungkap usai perwakilan pemerintah Indonesia dan Belanda bertemu dalam Forum Penerbangan Sipil yang berlangsung di Jakarta.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto, berkomitmen untuk melakukan upaya berkolaborasi dengan negara lain, termasuk Belanda dalam bentuk kerja sama untuk terus memastikan penerbangan sipil yang selamat, aman, nyaman, berkelanjutan secara ekonomi, dan bertanggung jawab secara lingkungan.

“Pada forum ini akan dibahas proposal yang mereka berikan dan apa yang bisa kita tawarkan. Kerja sama bisa berupa pengelolaan bandara, konsultasi, training, teknologi, hingga capacity building,” ujar Novie dalam siaran pers, Rabu (11/3/2020).

Namun itu, pihaknya berharap agar para pemangku kepentingan sipil Indonesia dan Belanda dapat mengambil manfaat dari forum ini, tidak hanya bersifat kebijakan melainkan bisa berkembang ke ranah implementasi tersebut.

Sementara, forum tersebut akan menjadi salah satu upaya besar untuk lebih meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Belanda di bidang penerbangan sipil. Terlebih, penerbangan sipil kedua negara ini memiliki sejarah panjang.

Menurut Novie mengatakan, dua catatan yang paling terkenal adalah, pertama, KLM Royal Dutch Airline yang melakukan penerbangan antarbenua pertama dari Amsterdam ke Batavia, pada 1 Oktober 1924. Kemudian Anthony Fokker, perintis penerbangan Belanda yang terkenal dan memiliki pabrik pesawat terbang, lahir di Indonesia, khususnya di Blitar Jawa Timur.

Ia meyampaikan, penerbangan sipil Indonesia kini telah berevolusi ke arah positif, secara bertahap mampu mengembangkan diri dan menerima sejumlah prestasi.

Selanjutnya Indonesia menerima skor implementasi yang efektif dari hasil audit keselamatan penerbangan ICAO dengan nilai yang lebih tinggi dari rata-rata dunia, mendapatkan Peringkat Standar Keselamatan Penerbangan Kategori 1 dari Federal Aviation Administration (FAA), serta pencabutan larangan terbang (EU Banned) oleh Uni Eropa.

Namun, forum ini merupakan tindaklanjut dari forum penerbangan sipil sebelumnya pada Desember 2019 di Lelystad, Belanda, dan merupakan salah satu rangkaian kunjungan Kenegaraan Raja dan Ratu Belanda ke Indonesia. 

Namun itu, hadir dari Pihak Belanda Director International Relations of Ministry of Infrastructure and Water Management  Netherlands, Peter Diez. (Rht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *