Kadisdik Jabar Tinjau Hari Pertama SPMB Sekolah Maung di Purwakarta

oleh -61 Dilihat
Kadisdik Jabar

Garisjabar.com- Kadisdik Jabar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, memastikan seluruh proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sekolah Manusia Unggul alias Sekolah Maung berjalan tertib, terkoordinasi, serta menjunjung tinggi integritas dan transparansi.

Disampaikan Purwanto saat meninjau pelaksanaan hari pertama SPMB di SMAN 1 Purwakarta, Jl. K.K. Singawinata No. 113, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Senin (25/5/2026).

“Hari ini saya meninjau langsung proses SPMB di Sekolah Maung di Purwakarta. Mulai dari kesiapan layanan informasi, koordinasi antara SMA dengan SMP, hingga sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Semuanya dipastikan berjalan dengan baik,” ujar Purwanto.

Purwanto pun berharap proses SPMB Sekolah Maung berjalan lancar karena menjadi langkah awal menghadirkan layanan pendidikan yang kompetitif bagi seluruh calon murid baru di Jawa Barat.

Sementara, Kepala SMAN 1 Purwakarta, Sidik Tamsil, menyampaikan bahwa pihaknya sudah sangat siap melaksanakan SPMB Sekolah Maung.

“Kalau dari sekolah sudah sangat siap dan tidak ada masalah. Server mudah diakses, tidak ada kendala. Distribusi kuota juga sesuai dengan jalurnya,” kata Sidik.

Pihaknya juga menyiapkan layanan informasi, termasuk pengaduan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Tak hanya itu, dia juga memastikan layanan pendaftaran, cek berkas hingga verifikasi sudah siap.

“Pendaftar di hari pertama ini belum banyak. Kalau yang datang ke sekolah cukup banyak, mayoritas menanyakan informasi bagaimana tata cara pendaftaran ke Sekolah Maung,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa pesan Kadisdik Jabar untuk menjalankan amanat SPMB dengan penuh tanggung jawab dan jangan sampai mencederai integritas, dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.

“Sejauh ini tidak ada kendala atau lebih tepatnya belum ada kendala, karena memang baru hari pertama SPMB dan kebanyakan yang datang sebatas menanyakan informasi,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengawal proses SPMB. Memastikan panitia bekerja dengan bersungguh-sungguh dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas.

“Jika pendaftar membeludak, maka sudah ada antisipasinya. Misal dengan menambah durasi dan personel. Kemudian, waktu istirahat dibagi tugas, jadi tetap harus ada yang melayani. Ini penting karena menunggu itu kan menimbulkan dampak psikologis,” ucap Kadisdik Jabar.

Untuk diketahui, Sekolah Maung hanya menerima jalur prestasi akademik dan non-akademik. Dengan demikian, jalur zonasi dan afirmasi tidak berlaku. Kuotanya pun hanya 32 siswa per kelas.

Penetapan SMAN 1 Purwakarta sebagai pelaksana Sekolah Maung membuktikan bahwa sekolah ini masih terdepan dalam prestasi, terutama dalam serapan siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Namun, input siswa di Sekolah Maung dipastikan lebih baik. Di sisi lain, hal ini juga menjadi tantangan bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Peningkatan kualitas tersebut tidak hanya berfokus pada capaian akademik siswa, tetapi juga menyangkut penguatan sumber daya manusia di lingkungan sekolah dengan mendorong peningkatan empat kompetensi guru. Keempatnya adalah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. (Rsd)