Kades Pukuli Wartawan Saat Bertugas

oleh -218 Dilihat
Heri Anwar

Garisjabar.com- Seorang wartawan di Kabupaten Purwakarta dianiaya oknum kepala desa hingga babak belur. Penganiayaan tersebut terjadi saat korban yang bernama Adi Kurniawan Tarigan (43) sedang bertugas melakukan wawancara dengan dua orang kepala desa yang mengajak bertemu di SPBU Parcom, Jalan Raya Basuki Rahmat, Sindangkasih, Purwakarta, Jumat (10/1/2020) malam.

“Saya gak tahu (penyebabnya), tiba-tiba saja satu dari orang kepala desa yang saya wawancara itu memukul. Beberapa kali saya dipukul di bagian kepala,” ujar Adi wartawan di media online.

Ia kaget mendadak dianiaya tanpa sebab mengaku sempat menghindar. Namun oknum kepala desa yang mengamuk itu malah mengejarnya. Seakan belum puas, Pak Kades kembali memukul Adi bertubi-tubi.

“Tidak ada yang menolong atau mererai padahal di tempat umum. Beruntung saya langsung lari dan pergi naik motor meninggalkan lokasi,” kata dia.

Namun, setelah berhasil kabur, Adi Tarigan kemudian ke rumah sakit untuk meminta pertolongan medis sekaligus meminta visum di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Setelah itu, korban melaporkan kejadian itu ke Mapolres Purwakarta.

“Ya, sudah buat laporan ke polisi, oknum kades itu berinisial MHN dan satu lagi AS. Yang memukul itu MHN sementara AS diam. Saat saya mendapat penganiayaan itu, AS pun tidak ikut mererai hanya melihat. Karena kejadiannya di tempat umum jadi banyak saksi,” ucapnya.

Penganiayaan kepala desa terhadap wartawan menjadi sorotan Warga Masyarakat Purwakarta.

Bahkan salah satu warga purwakarta Hasan (40) mengatakan, sikap kepala desa itu memang tak dibenarkan. Namun ia menyebut, hal itu wajar terjadi karena kepala desa tersebut kurang wawasan dan tidak tau cara melayani wartawan itu.

“Bagaimana mau menghadapi warganya kalau caranya seperti ini, wajar dong kalau di komfirmasi oleh wartawan itu hak wartawan,” ujar Hasan.

Hasan pun juga mengatakan, soal kepala desa yang dilaporkan ke polisi karena dianggap menganiyaya wartawan saat bertugas mengkofirmasi.

“Makanya kalau jadi kepala desa harus baik-baik siapapun itu, apalagi ini wartawan berhak bertanya,” Ucap Hasan. (Rsd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *