Jalan Pantura Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Protes Datangi Kantor PPK 1 Bina Marga

oleh -3 Dilihat

Garisjabar.com- Aksi protes terhadap jalan rusak di wilayah Pantura Desa Jatisari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tak kunjung diperbaiki pemerintah.

Warga pun berbondong-bondong melakukan aksi pemblokiran Jalan Pantura hingga tak kunjung di perbaiki. Aksi ini merupakan bentuk protes warga kepada pemerintah yang selama ini dinilai tidak perduli terhadap kondisi jalan rusak.

Puluhan mahasiswa bersama driver ojek online dan kurir daring Karawang–Cikampek menggelar aksi damai di depan Kantor PPK 1 Bina Marga Bidang Jalan Nasional, Senin (2/2/2026).

Aksi tersebut menuntut perbaikan segera dan transparansi anggaran atas kondisi jalan nasional yang membentang dari perbatasan Tanjungpura hingga Pamanukan. Ruas jalan ini dinilai semakin membahayakan pengguna, khususnya pengendara roda dua yang menggantungkan hidup dari mobilitas harian.

Secara bergantian, massa aksi menyampaikan orasi yang menyoroti kerusakan jalan berlubang dan minim perawatan, yang disebut telah menyebabkan banyak kecelakaan lalu lintas, bahkan hingga merenggut nyawa.

‎“Jalan ini sudah seperti jebakan maut. Kami bekerja di jalan setiap hari, dan nyawa kami seolah dipertaruhkan karena kelalaian negara dalam merawat infrastruktur,” kata Catur seorang driver ojek online.

Tak hanya driver online, mahasiswa dari berbagai elemen turut menyuarakan kritik keras terhadap pemerintah pusat dan instansi teknis terkait. Mereka menilai kerusakan jalan nasional bukan sekadar persoalan teknis, melainkan indikator lemahnya tata kelola anggaran dan pengawasan infrastruktur publik.

Bahkan mahasiswa mendesak agar pemerintah segera mengalokasikan anggaran perbaikan yang memadai serta membuka secara transparan berapa besar dana yang telah dikucurkan untuk perawatan Jalan Nasional, termasuk realisasi dan penggunaannya di lapangan.

‎“Kami meminta keterbukaan. Jangan sampai anggaran perbaikan hanya ada di atas kertas, sementara kondisi jalan terus memakan korban,” ujar salah satu orator mahasiswa.

Dalam orasinya, massa bahkan menegaskan tidak akan membubarkan diri sebelum ada pernyataan resmi dan langkah konkret dari pihak PPK 1 Bina Marga terkait perbaikan jalan tersebut.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pejabat dari PPK 1 Bina Marga yang bersedia menemui atau memberikan penjelasan kepada para demonstran. Pantauan di lokasi menunjukkan petugas keamanan kantor hanya melakukan pengawasan dari kejauhan tanpa interaksi langsung dengan massa aksi.

‎Sikap diam ini menuai kekecewaan peserta aksi, yang menilai absennya dialog sebagai bentuk pengabaian aspirasi publik, terutama di tengah tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut. (Rsd)