Diskanak Purwakarta Cek dan Awasi Hewan Kurban

oleh -21 Dilihat
Diskanak Purwakarta

Garisjabar.com- Sekda Purwakarta, Sri Jaya Midan, mengatakan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak Purwakarta) melakukan pengecekan dan pengawasan hewan kurban yang akan disembelih saat Iduladha 1447 H.Hal ini disampaikan Midan saat menjadi Pembinan Apel Pagi di dinas tersebut, Senin (25/5/2026).

“Diskanak harus mengawasi, mengecek dan memastikan kesehatan hewan kurban di seluruh Kabupaten Purwakarta sampai tidak ada penyakit menular baik dari hewan ke manusia atau sebaliknya,” ujar Midan.

​Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Diskanak Purwakarta, Wini Karmila, menyampaikan, pengawasan dilakukan sejak jauh hari melalui pemeriksaan antemortem hingga postmortem di lokasi pemotongan hewan kurban.

“Menjelang Iduladha ini kami melepas petugas disertai kader Kesmavet. Pemeriksaan lapak dilakukan dengan penempelan tanda sudah diperiksa oleh petugas dan label sehat pada ternaknya,” kata Wini. Selasa (26/5/2206).

Ia menyebutkan, pemeriksaan antemortem dilakukan hingga H-1 Iduladha, kemudian dilanjutkan pemeriksaan postmortem pada hari pemotongan hingga hari tasyrik di DKM-DKM tempat penyembelihan hewan kurban.

Untuk mendukung pengawasan tersebut, lanjut Wini, Diskanak menerjunkan 11 petugas pemeriksa dan 60 kader Kesmavet yang berkoordinasi dengan kecamatan, desa, DKM, Diskominfo, BPBD hingga Dinas Kesehatan.

Para petugas, ia menyebutkan, difokuskan untuk memantau kondisi kesehatan hewan dan memastikan adanya pelaporan cepat apabila ditemukan ternak sakit atau organ hewan yang tidak layak konsumsi.

“Kalau ditemukan hewan sakit sebelum pemotongan diharapkan segera berkomunikasi dengan kami. Begitu juga apabila ada temuan jeroan atau hasil postmortem yang disinyalir tidak sehat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, Diskanak juga membuka layanan pengaduan masyarakat terkait kesehatan hewan kurban melalui pemerintah desa, kecamatan maupun layanan pesan singkat di nomor 0877-1129-9340.

Terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Wini memastikan kondisi di Purwakarta masih aman dan belum ditemukan kasus positif.

“Alhamdulillah tidak ada kasus positif PMK. Memang sempat ada tiga ekor suspek pada awal April lalu, tapi sudah dapat kami tangani dan sembuhkan,” kata Wini.

Namun, pihaknya bersama Balai Veteriner Subang juga telah melakukan surveillance melalui pengambilan sampel darah, feses, swab kloaka dan swab hidung untuk memastikan kondisi ternak tetap aman.

Wini mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di lapak resmi yang telah diperiksa petugas, seperti Pasar Hewan Ciwareng untuk sapi dan kerbau serta pasar ternak Citeko, Plered, Bojong dan Wanayasa.

“Pilih ternak yang sehat, aktif bergerak, tidak ada leleran dari mata, hidung, telinga ataupun anus, serta tidak cacat,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta, K.H. John Dien, mengajak masyarakat menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban.

“Ini kesempatan dakwah bagi umat Islam untuk melaksanakan kurban. Hukumnya memang sunah muakkadah, sangat dianjurkan bagi yang mampu,” kata Kiai John Dien.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu memaksakan diri untuk berkurban dengan hewan besar apabila kemampuan terbatas. Seekor domba pun, kata dia, sudah cukup untuk satu keluarga.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat memilih hewan kurban yang memenuhi syariat, mulai dari usia yang cukup hingga kondisi kesehatan hewan.

“Kalau sapi minimal umur dua tahun masuk tahun ketiga, kalau domba satu tahun masuk tahun kedua, sehat, tidak cacat dan lebih afdal jantan,” ungkapnya. (Rsd)