Dibalik Eceng Gondok Kerap Terjadi Warga Terjebak Sampai Meninggal

oleh -239 Dilihat

PURWAKARTA, garisjabar.com- Tak hanya sekali, kejadian terjebak eceng gondok di waduk Jatiluhur ternyata kerap terjadi, bahkan sekira sebulan lalu, seorang nakhoda perahu dikabarkan meninggal dunia setelah terjebak eceng gondok di waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

Namun seperti diketahui sebelumnya, 22 wisatawan dan dua orang nakhoda perahu terjebak eceng gondok di waduk Jatiluhur, Minggu (17/10/2021), mereka berhasil dievakuasi pada Senin dini hari (18/10/2021).

Nakhoda perahu yang terjebak eceng gondok semalam di Waduk Jatiluhur, Muhammad Soleh (Guing) mengatakan, terjebak eceng gondok sudah sering ia dan rekan nakhoda alami sewaktu berlayar di danau Jatiluhur.

“Saya sering, bukan sekali dua kali. Cuma kita yang namanya pekerjaan sehari-hari jadi udah biasa,” kata Guing ketika diwawancara awak media di waduk Jatiluhur, Ju’mat (22/10/2021).

Ia pun menyampaikan musim eceng gondok tahun ini termasuk yang terparah menurut sepengetahuannya.

“Sekarang mah lebih parah, kalau ditengah itu tinggi eceng bisa 1 meter, malah lebih tinggi dadi perahu kita, kalau sudah terjebak sulit karena sangat rapat,” kata dia.

Menurut guing, kemarin ia bersama kawannya mengangkut rombongan wisatawan asal Jakarta, namun menjelang sore hamparan eceng gondok mengarah ke arah tepi tempat ia dan penumpangnya berlabuh, hingga malam hari ia terjebak tak bisa menyebrang ke dermaga Serpis yang merupakan dermaga asalnya.

“Jadi memang sudah ditembus, baling-baling perahu sudah patah, kami berdua juga habis bahan bakar,”ungkap dia.

lanjut diceritakan Guing, ia pernah terjebak selama dua malam dengan kondisi kehabisan perbekalan, bahkan sekira sebulan yang lalu seorang nakhoda dikabarkan meninggal terjebak eceng gondok.

“Dulu ada, kisaran bulan lalu, dia masih nakhoda meninggal di perahu,”ujar dia.

Namun diketahui, nakhoda tersebut meninggal karena terjebak saat hendak menyebrang ke dermaga Serpis untuk mengobati sakitnya di pusat kesehatan wilayah Jatiluhur.

“Dia memang orang sebrang kondisinya sakit, mau berobat kesini, karena dia sendiri nakhoda dia jalan sendiri baru sampai pertengahan perahunya terjebak. Dia sendiri terlambat berobat sakitnya makin parah, akhirnya tak tertolong,” ucapnya. (Rsd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *