Cegah Kerumunan Malam Takbiran, Petugas Tutup Akses Jalan 

oleh -25 views

 

PURWAKARTA, garisjabar.com- Ruas jalur protokol di pusat kota Kabupaten Purwakarta, selalu menjadi simpul kerumunan warga saat malam takbiran. Hal ini, menjadi perhatian serius jajaran pemerintahan setempat.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, pihaknya bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di wilayahnya telah melakukan rapat koordinasi guna membahas persiapan antisipasi jelang lebaran ini. Termasuk, menyiapkan surat edaran yang isinya imbauan kepada masyarakat.

“Di malam takbiran nanti, ada beberapa akses menuju wilayah perkotaan akan ditutup. Ini demi menghindari kerumunan massa di satu titik,” ujar Anne, Rabu (12/5/2021).

Dengan kata lain, lanjut Anne, di malam takbiran nanti wilayah perkotaan akan disterilkan dari lalu-lalang masyarakat. Adapun beberapa titik yang akan ditutup, di antaranya Perempatan Jalan Baru (Taman Pembaharuan), Perempatan Suryo (Jalan Tengah) dan Perempatan Haji Iming.

“Ada 10 titik jalur yang mengarah ke wilayah perkotaan akan ditutup. Kami juga telah membuat edaran melalui Dinas Perhubungan yang salah satu poinnya mengimbau supaya masyarakat tak menggelar takbiran keliling,” kata dia.

Namun terkait penutupan jalur malam ini, kata Anne, mulai diberlakukan pada pukul 20.00 WIB hingga dini hari. Pihaknya berharap, masyarakat memakluminya. Mengingat, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

Dalam hal ini, pihaknya juga berharap seluruh lapisan masyarakat untuk turut andil dalam upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah ini.

Bukan tanpa alasan, mengingat sampai saat ini penyebaran virus corona di berbagai daerah masih sangat memprihatinkan. Sehingga harus diwaspadai.

Saat ditanya mengenai pelaksanaan Salat Eid berjamaah, Anne menambahkan, Pemkab Purwakarta memperbolehkan. Dalam hal ini, pihaknya merujuk pada edaran Kemenag nomor 3/2021 poin 12. Dalam edaran tersebut juga termasuk menerangkan pedoman dalam pelaksanaan ibadah salat Idulftri nanti.

“Untuk Purwakarta, saat ini memang statusnya zona orange. Tapi, secara kewilayahan, itu tidak ada yang statusnya orange. Dengan kata lain, sebagian besar desa/kelurahan di kita, itu statusnya zona kuning dan hijau,” ungkap Anne.

Anne menambahkan, dalam pelaksanaan salat Idulfitri ini pihaknya juga mengacu pada surat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro sesuai pada Perbup dan Kepgub.

“Jadi, tetap diperbolehkan asal sesuai ketentuan protokol kesehatan. Yakni, maksimal jamaah 50 persen. Termasuk menjaga jarak satu meter antar jamaah,” ucapnya.

Selain itu, para pengurus tempat ibadah juga diminta untuk menyiagakan petugas pengecek cuhu tubuh, menyiapkan tempat cuci tangan sebelum masuk. Serta, membatasi jumlah pintu masuk untuk memudahkan pengawasan penerapan protokol kesehatan. (Rsd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *