Diskanak Purwakarta Belum Bisa Memastikan Jumlah Kematian Ikan di KJA Jatiluhur

oleh -15 Dilihat

Garisjabar.com– Fenomena cuaca ekstrem kematian ikan seringkali membuat Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Purwakarta, tidak bisa langsung memastikan jumlah pasti ikan yang mati pada tahap awal kejadian, terutama akibat luasan dampak dan kondisi di lapangan.

Akibat cuaca ekstrem menyebabkan kematian sejumlah ikan mati mendadak di keramba jaring apung (KJA) Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kematian ikan tersebut sering disebabkan oleh fenomena upwelling, di mana air dingin dari dasar waduk naik ke permukaan dan membawa lumpur juga Enceng Gondok hingga kadar oksigen rendah, menyebabkan ikan mati lemas secara mendadak.

Oleh karena itu, pernyataan belum bisa memastikan jumlah biasanya merujuk pada tahap awal pendataan di mana cakupan kematian masih terus meluas atau tersebar di banyak keramba.

Pihak Dinas masih melakukan pendataan dan evaluasi dampak, meskipun laporan awal menyebutkan berton-ton ikan mas mati massal akibat fenomena upwelling cuaca ekstrem.

“Jadi sampai saat ini kami belum bisa memastikan jumlah ikan mati di Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Jatiluhur,” kata Drh. Anton Kushartono. Senin (26/1/2026).

Yang terdampak hasil penelusuran monitoring dinas terkait kematian ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) kawasan Jatiluhur, Ubrug, dan Tanggul Kayat, kemudian Sukasari.

Untuk total kematian ikan tersebut belum bisa memastikan, karena di wilayah Ubrug itu berasumsi akibat Enceng Godok yang begitu banyak dan mengakibatkan oksigen berkurang.” Jadi bukan hanya kolam Jaring Apung, tetapi justru ikan-ikanĀ  liar mulai muncul ke permukaan hingga mabok,” ujarnya.

Menurut Drh. Anton Kushartono, untuk total keseluruhan (KJA) di Jatiluhur itu hasil yang diterima sekitar 43 ribu petak.

Ia mengatakan, hari ini dengan adanya laporan yang terdampak kematian ikan tersebut dari wilayah Citerbang Sukatani.” Hari ini, kami akan langsung monitoring ke sanah dan survei lokasi,” ucap Anton Kushartono.

Pihak Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Purwakarta, membuat surat himbauan sebelumnya dari bulan Agustus dan Desember ke para petani ikan, agar mengurangi penanaman untuk menghindari kematian ikan berkurang. (Rsd)