Cuaca Buruk Ganggu Distribusi Komoditas

oleh -50 Dilihat

Garisjabar.com- Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta, Hariman Budi Anggoro, mengatakan, cuaca buruk menyebabkan distribusi suplai barang terganggu.

Hal ini berdampak pada naiknya harga beberapa kebutuhan pokok, terutama untuk komoditas sayuran seperti cabai dan cengkeh.

Imbasnya, harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

‎”Cuaca yang kurang bagus membuat suplainya menurun, terutama sayuran. Tapi untuk beras posisi masih normal, begitu juga minyak goreng dan beberapa komoditi lain,” ujar Hariman kepada wartawan, Jumat (12/12/2025).

‎Hariman juga membenarkan harga ayam potong ikut naik. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan guna memastikan pasokan dari peternak lokal tidak dijual keluar daerah.

‎”Tugas kami ini pengawasan distribusi. Kalau barangnya tidak ada, kami cek ke produsen. Untuk ayam, kami sudah koordinasi agar peternak mengutamakan dulu kebutuhan wilayah Purwakarta,” katanya.

‎Hariman menyinggung pengaruh program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap naiknya permintaan sejumlah bahan pangan.

‎”Jelas berpengaruh. Karena Koperasi Merah Putih belum beroperasi penuh, permintaan dari MBG dan SPPG ini tinggi. Ketika permintaan tinggi, harga ikut naik,” ujarnya.

Akan tetap, dirinya‎ optimistis setelah Koperasi Merah Putih dan unit Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiap desa berjalan optimal maka suplai bisa lebih stabil.

‎”Tujuan investasi itu untuk mengakomodasi suplai MBG. Kalau distribusi merata, harga bisa lebih terkendali,” ungkap Hariman.

Ia mengatakan, ‎dalam rangka menjaga stabilitas harga jelang Nataru 2026, Pemkab Purwakarta bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat akan menggelar operasi pasar bersubsidi.

‎”Insyaallah pada 17 Desember mendatang akan digelar di Kecamatan Maniis. Pertimbangannya, wilayah itu jauh dan pernah terdampak sebelumnya,” katanya.

‎Ia menyebutkan, empat komoditas akan dijual lebih murah, mulai dari beras, terigu, gula pasir dan minyak goreng.

‎”Harga normalnya Rp96.700, tetapi disubsidi menjadi Rp40.000. Setengahnya, sangat membantu masyarakat,” ujar Hariman.

‎Jelang Nataru, kata Hariman, DKUPP juga memperhatikan ketersediaan LPG 3 kg. Pemantauan dilakukan bersama Pertamina dan agen terkait.

‎”Kami selalu memantau perkembangan LPG, baik harga maupun kuantitasnya, agar tetap terjaga,” ucapnya. (Don)